Perkembangan Kehamilan Usia 1 Bulan

Diposting oleh Tips Sehat

Perkembangan Kehamilan Usia 1 Bulan - Pada mingu pertama terjadi pembuahan sel telur oleh sperma, di mana terjadi juga proses pertukaran kromosom dari sel sperma dan sel telur yang mengandung gen pembawa sifat bagi janin. Bersamaan dengan itu, kadar hormon estrogen dan progesteron terus meningkat, yang menimbulkan perubahan-perubahan dalam struktur dan metabolisme tubuh ibu untuk mendukung menumbuhkembangkan janin.Sel t elur yang telah dibuahi akan bergerak menuju rahim.

Perkembangan Kehamilan Usia 1 Bulan
Dalam perjalanan  dari ovarium menuju ke rahim, sel telur ini akan terus membelah diri membentuk suatu massa sel, yang disebut blastosis. Setelah tiba di rahim, blastosis akan menempel (implantasi) di dinding rahim. Dengan berakhirnya ini, Ibu tidak akan mendapat haid.

Pembuahan dalam Rahim
Sebelum berubah menjadi janin atau embrio, terjadi proses pembuahan terlebih dahulu. Pembuahan itu dilakukan oleh sel sperma terhadap sel telur. Pertukaran kromosom juga terjadi saat adanya pembuahan tersebut. Berikut ini hal-hal yang berhubungan dengan pembuahan janin :
  • Sel sperma dan juga sel telur mengandung gen yang bisa dikandung oleh janin.
  • Ibu yang sedang mengalami pembuahan tanda-tanda akan kehamilan akan memiliki peningkatan terhadap hormon estrogen dan juga hormon progesterone. Kedua hormon tersebut sangat berpengaruh pada kehidupan dan juga tubuh ibu hamil.
  • Ibu yang mengalami pembuahan akan mengalami perubahan metabolisme dan juga perubahan struktur tubuh. Perubahan-perubahan itu kelak nantinya bisa bermanfaat untuk mendukung perkembangan janin 1 bulan yang ada di dalam kandungan.
  • Ketika menuju ke ovarium, sel telur tersebut bisa melakukan pembelahan membentuk blatosis. Blatosis tersebutlah yang nantinya akan menempel di dinding rahim .
  • Setelah penempelan blatosis di dinding rahim akibatnya adalah ibu mengalami ciri ciri orang hamil, yakni tidak akan mendapatkan haid atau menstruasi. Sehingga ibu pun bisa dikatakan hamil.
  • Penempelan blatosis tersebut juga akan mengakibatkan pendarahan, banyak wanita yang mengartikannya sebagai darah haid. Padahal pendarahan tersebut merupakan tanda kehamilan telah ada di dalam rahim.
  • Wanita yang tidak mengalami pendarahan akan mengeluarkan flek bercak darah berwarna cokelat atau merah.
Pendarahan atau flek tersebut berbeda dengan menstruasi dimana semakin hari darah yang dikeluarkan semakin banyak. Jika flek darah atau pendarahan akibat kehamilan, semakin hari darah yang dikeluarkannya semakin sedikit.

Perkembangan Embrio Menjadi Janin
Saat janin berusia 1 bulan, akan mulai mengalami perkembangan. Blatosis yang menempel pada dinding rahim telah berubah menjadi embrio, embrio merupakan bakal janin yang nantinya akan berubah menjadi janin. Agar embrio bisa berkembang menjadi bakal janin dibutuhkan berbagai macam nutrisi yang bisa digunakan untuk menunjang perkembangan janin yang ada di dalam rahim. Pada saat awal kehamilan mumcul, tidak semua ibu mengetahui perkembangan janin saat umurnya baru satu bulan terutama bagi calon ibu yang belum pernah hamil. Ibu terlalu sibuk dan tidak memperhatikan siklus menstruasinya sering tidak tahu jika dirinya sedang hamil. Terutama ibu hamil yang sedang berKB sering tidak menyadari jika dirinya sedang hamil. Banyak ibu yang menjalani KB namun dirinya mengalami kehamilan. Hal itu dikarenakan kurang konsistennya dalam mengkonsumsi pil KB dan melakukan suntik KB. KB yang efektif adalah KB yang berupa susuk KB, IUD dan semua jenis KB tanpa obat dan suntikan. Dengan mengetahui perkembangan janin yang ada di dalam kandungannya diharapkan ibu hamil bisa memperhatikan tumbuh kembang janin yang ada di dalam kandungannya.
  • Saat embrio berusia satu bulan atau empat minggu, embrio baru sebesar biji kacang hijau saja.
  • Manfaat USG kehamilan saat perkembangan janin 1 bulan, hanya akan terlihat setitik hitam di tengah kantung kehamilan.
  • Meski baru setitik hitam di kantung kehamilan, organ janin sudah banyak yang terbentuk. Sebelum organ terbentuk, janin akan membentuk 3 lapisan dimana 3 lapisan itu akan berkembang menjadi organ tubuh.
  • Plasenta sudah mulai tebentuk, tali pusar sudah memiliki fungsi. Fungsi dari tali pusar tersebut adalah untuk media penghantar gizi ibu hamil yang dimakan oleh ibu hamil dan juga oskigen untuk sang embrio.
  • Embrio yang melekat pada dinding rahim mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Seiring dengan pertumbuhan embrio tersebut ibu hamil akan merasakan mual, muntah dan juga berbagai macam gejala morning sickness.
  • Organ yang mulai terbentuk pada embrio tersebut adalah tulang belakang, tulang ekor, tulang iga dan juga sistem syaraf pusat mulai sedikit terbentuk.
  • Jantung dan pembuluh darah di dalam tubuh embrio juga mulai terbentuk.
  • Embrio memiliki dua buah lubang di wajahnya dimana lubang ini kelak nantinya akan berkembang menjadi organ mata.
Juga terjadi perdarahan, yang kebanyakan perempuan mengartikannya sebagai darah haid. Perdarahan yang terjadi adalah dampak dari implantasi sel telur pada dinding rahim. setelah terjadi implantasi atau menempelnya zigot pada dinding rahim, akan mulai terjadi pelepasan hormon HCG (untuk menilai tes kehamilan). Bagian embrio yang tidak melekat pada rahim akan tumbuh. Tulang belakang, tulang ekor, tulang iga,dan sistem syaraf pusat mulai terbentuk. Begitu pula jantung dan jaringan pembuluh darah. Akan terbentuk dua buah lubang pada wajah pada janin. Lubang ini akan terisi oleh mata. Pada mingu kelima ukuran bayi anda sekarang kira-kira sebesar biji apel dan pada minggu ini di sebut sebagai embrio. bayi anda sudah mempunyai detak jantung sendiri. plasenta dan tali pusat sudah bekerja sepenuhnya pada minggu ini. vesikel-vesikel otak primer mulai terbentuk, dan sistem saraf mulai berkembang. Jantung mulai berfungsi dan berdetak, memompakan darah ke seluruh bagian tubuh janin. Sel-sel mulai membentuk cikal bakal organ seperti cikal bakal ginjal, rahang bawah, tulang-tulang leher, wajah, tangan, serta kaki. Pada akhir minggu keempat, ukuran janin yang berbentuk 1.000 kaki lebih besar daripada sel telur yang dibuahi.

Pesan
Pada perkembangan janin bulan pertama ini, ibu hamil harus menjaga janin sebaik mungkin. Janin yang masih dalam proses pembentukan awal memiliki kondisi yang lemah. Karena itu, masa ini disebut masa kritis.
Untuk persiapan mental; pertama yakinkan dan beri dukungan dulu suami kepada isteri bahwa sekarang telah menerima anugerah yang sungguh luar biasa dari Tuhan (ingatlah kepada pasutri yg bertahun-tahun belum dikarunia), yang harus dipelihara dijaga dan dirawat dengan baik (tentunya hal ini banyak memerlukan pengorbanan, dan ingatkan pengorbanan ini nggak gampang, kedepannya ibu hamil akan banyak mengalami perubahan-perubahan), untuk suami, beri dia dukungan dan perhatian lebih dari biasanya, serta ciptakan suasana rumah anda yang harmonis, bahagia dan tenteram. Jaga atau bantu isteri ketika menghadapi berbagai macam tekanan dan permasalahan. Ingatkan terus, bahwa dia sekarang sedang berbadan dua, artinya psikologis ibu akan mempengaruhi janin yg sedang dikandungnya. Terus Jangan lupa berdoa. Perubahan emosi yang labil sudah mulai terlihat. Calon ibu kadang marah/bahagia/sedih secara tiba-tiba tanpa alasan jelas. Lingkungan sekitar ibu hamil sebaiknya memahami dan mengerti kondisi ini. Buatlah kondisi yang nyaman bagi bu hamil, dan jangan sampai kondisi emosional ibu yang labil menjadi semakin buruk.
Baca Juga: Tips Yang Harus di Hindari Ketika Wanita Sedang Hamil
Untuk persiapan fisik, mulai sekarang jaga stamina ibu hamil jangan terlalu capek juga jangan terlalu diam. Banyaklah makanan bergizi terutama sayuran dan buah-buahan, banyak minum air putih, minum susu untuk ibu hamil (kalo bisa 2x sehari), minumlah multivitamin selama kehamilan. Pada masa kritis ini sebaiknya ibu menjaga fisik engan baik dan jangan sampai mengalami stress. Jangan pernah memukul bagian perut secara lembut, apalagi keras. Makan makanan bergizi, dan mulailah berkonsultasi dengan dokter kandungan ataupun bidan.

Artikel Terkait



{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar