Perbandingan Obat Aborsi dan Aborsi Bedah

Diposting oleh Tips Sehat

Perbandingan Obat Aborsi dan Aborsi Bedah yang kami bahas kali ini mungkin anda butuhkan informasinya, mungkin saat ini pembaca sedang hamil dan kehamilannya memiliki riwayat penyakit buruk terhadap janin maupun calon ibunya atau mungkin akibat salah pergaulan yang menjerumus pergaulan seks bebas diluar batas dan membuahkan sebuah kehamilan, atau mungkin kehamilan dari hasil perselingkuhan dll...

Perbandingan Obat Aborsi dan Aborsi Bedah
Langsung saja kami terangkan sedetail mungkin agar tidak terlalu panjang lebar pembahasannya, simak ulasan di bawah ini, agar anda tidak ketinggalan informasinya.

Aborsi Medis dengan Mifepristone dan Misoprostol untuk kehamilan
  • Dapat digunakan dari usia kehamilan 4 minggu dihitung dari HPHT.
  • Mirip dengan keguguran spontan atau alami
  • Obat dapat digunakan di rumah dan aborsi dapat terjadi di tempat tersebut.
  • Proses aborsi berlangsung lebih dari satu hari
  • Dapat menyebabkan rasa sakit selama 2-3 jam atau lebih setelah penggunaan misoprostol
  • Komplikasi berat sangat jarang terjadi.
  • Masa pendarahan pasca aborsi lebih lama, dapat berlangsung beberapa minggu.
  • Anestesi tidak dibutuhkan. Obat penghilang rasa sakit atau pereda nyeri harus disiapkan selama prosedur.
  • Tingkat keberhasilan 95-98%
  • Perempuan mungkin akan melihat gumpalan darah dan hasil konsepsi
  • Perempuan dapat mulai menggunakan pil KB setelah prosedur, namun penggunaan IUD atau prosedur sterilisasi baru dapat dilakukan setelah dipastikan bahwa kehamilan telah berhenti.
Artikel yang kami terangkan diatas merupakan beberapa informasi aborsi menggunakan pengobatan medis dari merk Misoprostol atau dengan Mifepristone ( baca juga: Obat Aborsi Memiliki Efektivitas Tinggi ) dan sedangkan aborsi yang di lakukan pembedahan, maka perbandingannya seperti di bawah ini.

Aborsi bedah menggunakan aspirasi vakum untuk kehamilan
  • Kemungkinan tidak dapat dilakukan sebelum usia kehamilan 7 minggu dihitung dari HPMT.
  • Merupakan prosedur operasi, dimana akan ada proses memasukan pipa kecil ke dalam uterus untuk mengaspirasi jaringna kehamilan, menggunakan anestesi lokal atau total.
  • Aborsi dilakukan dan terjadi di fasilitas kesehatan dan dilakukan oleh petugas medis yang terlatih (Petugas medis yang tidak terlatih dapat beresiko pada terajadinya komplikasi)
  • Prosedur diselesaikan dalam waktu 5-15 menit
  • Dapat menyebabkan rasa sakit selama prosedur berlangsung, jika diberikan anestesi lokal,rasa sakit dapat muncul setelahnya.
  • Komplikasi berat jarang terjadi jika ditangani oleh petugas medis yang terlatih dan berpengalaman.
  • Masa pendarahan pasca aborsi lebih singkat.
  • Pereda nyeri, obat penenang ringan, dan anestesi lokal harus disediakan.
  • Tingkat keberhasilan 95-100%.
  • Perempuan tidak akan melihat hasil konsepsi.
  • Perempuan dapat mulai menggunakan metode kontrasepsi sesegera mungkin (pil, suntik, dll). IUD dapat dipasang segera setelah aborsi.
Sekarang anda sudah bisa membedakan antara Obat Aborsi dan Aborsi Bedah, untuk itu jika anda melakukan aborsi bisa anda pilih salah satu metode Cara Aborsi Aman yang mana menurut anda sendiri untuk anda pakai metodenya.

Artikel Terkait

Rate this posting:
{[['']]}



{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar